Pantai Cermin ” Theme Park”

Kini masyarakat Sumatera Utara dapat menikmati suasana pantai dengan fasilitas modern, layaknya seperti di Ancol. Ya inilah lokasi wisata kebanggaan Sergai: Pantai Cermin Theme Park. Pantai Cermin telah berubah. Itu yang mungkin anda ucapkan saat pertama kembali datang ke pantai ini. Kini tidak ada lagi lokasi wisata yang kumuh dan kotor. Namun yang tampak adalah deretan tempat santai yang rapi, tempat jajanan yang menarik dan tentunya aneka sarana permainan yang mengasyikkan. Ya, menikmati suasana pantai yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas avant-garde kini tidak lagi menjadi impian. Kini pantai tidak hanya sekedar memberikan deburan ombak atau bermain pasir.
Di pantai Cermin Theme Park anda dapat menikmati kolam renang, jet ski, seluncur air, kayak, acceleration boat, assistant baiter atau apathetic pool. Fasilitas avant-garde ini akan terus dikembangkan hingga menjadi sebuah kawasan wisata yang lengkap dengan hotelnya. Selain itu ada juga mini zoo (taman hewan) yang berisikan berbagai jenis hewan. Kandang-kandang hewas ini tampak selalu bersih demikian juga dengan hewannya yang selalu dirawat dengan baik. Beberapa hewan yang ada diantaranya burung Merak, Kakatua Hitam, Parrot, Golden Phasant dan 50 jenis burung lainnya. Juga ada Rusa Tutul dan Kangguru Irian.
Lokasi wisata yang akan menjadi andalan kabupaten Sergai ini memang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat dinikmati dengan nyaman oleh para pengunjungnya. Untuk menjaga kenyamanan pengunjung, pengelola objek wisata ini menyediakan tenaga-tenaga profesional yang akan membimbing dan menjelaskan fasilitas yang ada. Juga bagaimana menggunakannya dengan aman. Soal keselamatan pengunjung dalam menikmati berbagai fasilitas ini memang menjadi perhatian utama dengan tetap memberikan kesan santai dan nyaman. Petugas penyelamat ini adalah orang-orang profesional di bidangnya.
Fasilitas terbaru yang kini tengah diselesaikan adalah permainan seluncur air untuk anak-anak. Bentuknya sangat unik sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya. Berada persis dengan seluncuran yang telah ada sebelumnya. Fasilitas yang disebut accouchement basin ini bentuknya seperti kastil yang memiliki lorong-lorong yang di setiap sudut dan pinggirannya memiliki pancuran air. Ada sembilan seluncuran mini, ada tong air besar dan kecil yang jika penuh akan tumpah ke bawah.
Permainan lainnya juga disediakan tembak-tembakan air, shower, band air dan pipa air. Yang batten seru adalah permainan zig zag air yakni pindai air saat menaiki anak tangga saat memasuki kastil. Asyiknya lagi kolam bermain anak yang terbesar di Sumatera ini dilengkapi dengan awning sehingga anak-anak terlindungi dari terik matahari. Karena berada persis di bibir pantai sehingga pemandangan laut lepas bent langsung dilihat. Amphitheatre ini diharapkan bukan sekedar menjadi tempat bermain air bagi anak-anak, melainkan juga menjadi tempat menempa brainy mereka sekaligus amphitheatre belajar berenang.
Lokasi wisata yang hanya berjarak 48 km dari kota Medan ini memiliki luas areal sekitar 43 ha yang memang dirancang menajdi one stop account to fun.

Lokasi wisata air terjun Sampuran Widuri terletak di Provinsi Sumatera Utara tepat nya di Dusun III desa Dolok Merawan Kecamatan Dolok Merawan, yang hanya berjarak sekitar satu km dari jalan lintas Sumatera menuju Pematang Siantar. Disekitar tempat ini terdapat 3 air terjun, yang tertinggi adalah air terjun Sampuran Widuri dengan ketinggian sekitar 50 meter, dengan deburan air yang jernih, hijaunya pemandangan sekitar dan sejuknya udara menjadikan kawasan air terjun Sampuran mulai banyak dikunjungi wisatawan local. Tempat ini oleh pemkab Sergai juga ditetapkan sebagai lubuk larangan dan sudah ditabur ribuan benih ikan berbagai jenis, diantaranya benih ikan emas dan nila. Air terjun Sampuran merupakan objek wisata yang dikelola oleh desa dan saat ini sendang berbenah diri guna mensejajarkan dengan objek wisata lainnya yang ada di Kabupaten Sergai. Selain Sampuran Widuri masih ada 2 air terjun lainnya dilokasi tersebut, hanya saja ketinggiannya lebih rendah dari Sampuran Widuri. Jarak antara air terjun saling berdekatan dan jalan menuju ke setiap lokasi ditata dengan rapi, hempasan air terjun menimbulkan suara deburan ditambah hembusan semilir angin yang memercikkan butiran-butiran air, menentramkan jiwa serta menggoda kita untuk segera menikmatinya.


























Masyarakat setempat mengenalnya sebagai mesjid istana, peninggalan Tengku Haji Isma’il Sulung Laut, Raja Negeri Bedagai yang masih kokoh berdiri hingga kini. Hampir sama dengan mesjid-mesjid lain di wilayah pesisir Melayu, mesjid Jamik Isma’iliyah yang berada di Desa Pekan Kecamatan Tanjung Beringin ini sangat kental dengan nuansa Melayu. Mesjid ini didirikan pada tahun 1882 oleh Raja Negeri Bedagai saat itu, Tengku Isma’il Sulung Laut. Kabarnya bahan-bahan bangunan mesjid ini didatangkan khusus dari Malaysia oleh pemborongnya yang orang Penang. Selesai membangun mesjid, Sulung Laut membangun istana disampingnya dan selesai pada tahun 1898. namun karena bangunan istana lebih tinggi dari mesjid, Sulung Laut meninggikan kembali mesjid itu. “Ketika itu dipercaya mesjid memang tidak boleh lebih rendah dari bangunan lain, “ kata M. Yusuf (75), tokoh masyarakat Tanjung Beringin. Tahun 1937, mesjid ini direhab dengan mengganti atapnya dari genteng menjadi seng. Terakhir pada tahun 1982, mesjid ini kembali direhab dengan mengganti tiang-tiang besi menjadi beton, membangun menara, pintu gerbang dan menghiasinya dengan “Kelumai” (hiasan segitiga meruncing kebawah berwarna kuning yang dipasang pada sisi atap).
Walau kini bentuk bangunan mesjid sudah mengalami banyak perubahan dari aslinya, namun pada beberapa bagian masih meninggalkan bentuk aslinya. Mimbar khutbah misalnya. Mimbar yang terbuat dari kayu ini masih tampak kuat. Ukiran yang menghiasinya menunjukkan ornament Melayu yang kental apalagi diwarnai dengan warna emas yang dipadu dengan warna hitam, sangat kontras. Mimbar ini memiliki tinggi dua meter sehingga orang yang memberi khutbah dapat terlihat dari barisan belakang. Seperti mesjid-mesjid kerajaan lainnya, dihalaman belakang ini juga dijadikan areal pemakaman kelaurga dan pejabat kerajaan. Persis di pintu belakang mesjid terdapat tiga makam Raja Bedagai, masing-masing Tengku Isma’il Sulung Laut, Tengku Rahmat Bendahara Putra Raja (putra Sulung Laut) dan Tengku Zainarrasyid Pangeran Nara Kelana (Putra Sulung Laut). Sulung Laut wafat pada 21 Maret 1914, Tengku Rahmat pada 2 Desember 1905 dan Tengku Zainnarrasyid pada 12 Oktober 1932. berurutan ke bawah mendekati sungai Bedagai, makam para pejabat dan ulama kerjaan seperti makam para Datuk perdana dan Datuk Setia, makam Panglima Daud dan Datuk Sri Amar Asmara serta imam kerajaan, Syekh Haji Ibrahim.
Objek wisata Batu Nongol adalah nama wisata alam/sungai yang berada di perbatasan Kecamatan Sipispis dan Dolok Merawan. Objek wisata ini berada di suatu alur sungai yakni sungai Hulistik atau Sungai Bah Bolon yang mengalir dari pegunungan di Kabupaten Simalungun melintasi wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. Objek wisata ini dapat dicapai dengan kendaraan/transportasi darat berjarak tempuh 90 KM dari kota Medan atau 40 KM dari Sei Rampah (ibukota Kabupaten Serdang Bedagai) melalui rute Medan - Pematang Siantar.
Jalan menuju lokasi objek wisata Batu Nongol cukup baik. Lokasi objek wisata Batu Nongol dapat ditempuh melalui Kota Tebing Tinggi ke arah Perkebunan Gunung Pamela atau dari Simpang Bajalinggi Kebun Gunung Para.
Di Batu Nongol, alur sungai Hulistik telah ditata sedemikian baik sehingga sebahagian sangat cocok untuk pemandian anak-anak dan airnya berombak. Alur sungai berombak yang dikhususkan sebagai tempat berlatih arung jeram untuk anak-anak dan remaja ini sangat ramai diminati pengunjung. Dengan kondisi yang sudah tertata itu sungai ini semakin menarik terutama untuk rekreasi keluarga.
Pondok-pondok santai, gelanggang permainan dan restoran tersedia bagi pengunjung. Jalan setapak di pinggir areal perkebunan di sepanjang tepi sungai membuat pengunjung betah berekreasi sambil menikmati udara segar dan menyaksikan aneka jenis burung yang bebas berkeliaran di sekitar pepohonan. Restoran di kawasan objek wisata Batu Nongol menyajikan makanan menarik ”Ikan Cen-cen” sejenis ikan air tawar yang hidup di sungai berarus deras dan berbatu-batu. Ikan cen-cen ini sangat enak dan gurih rasanya.
Bermain roda pelangi sangat mengasyikkan. Pada saat putaran roda membawa anda ke puncak, pemandangan alam yang sangat indah di sekitar kawasan ini dapat anda saksikan dengan leluasa. Ingin melihat kebun rambung dan proses penyadapan getah rembung (bahan baku karet), anda dapat melihatnya sambil berjalan-jalan di atas jalan setapak. Anda dapat menikmati kesegaran alam perkebunan dan melihat para buruh kebun menyadap getah untuk di bawa ke pabrik pengolahan karet. Di pinggir sungai tersedia pondok-pondok santai dimana pengunjung bersama keluarga dapat menikmati rekreasi yang menyenangkan sekali.
Objek wisata ini memiliki daya tarik tersendiri karena letaknya di areal hutan bakau (mangrove) di tepi pantai Desa Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin, lingkungannya terlihat asri.
Terletak di pinggiran pantai desa Kota Pari Kecamatan Pantai Cermin, objek wisata Pondok Permai sudah sangat dikenal oleh masyarakat kota-kota besar di Sumatera Utara bahkan di Indonesia.
Di pantai Gudang Garam tersedia fasilitas penginapan (hotel) dilengkapi AC, restoran seafood, karaoke/musik dan pondok-pondok santai serta beberapa kolam pancing. Hamparan pasir putih di sepanjang pantai di lokasi objek wisata ini sangat menarik dan dapat dijadikan tempat bermain volley pantai serta permainan pantai lainnya.
Objek wisata Pemandian Ancol adalah nama wisata alam/sungai yang berada di perbatasan Kecamatan Sipispis dan Dolok Merawan. Objek wisata ini berada di suatu alur sungai yakni sungai Hulistik atau Sungai Bah Bolon yang mengalir dari pegunungan di Kabupaten Simalungun melintasi wilayah Kabupaten Serdang Bedagai. Objek wisata ini dapat dicapai dengan kendaraan/transportasi darat berjarak tempuh 90 KM dari kota Medan atau 40 KM dari Sei Rampah (ibukota Kabupaten Serdang Bedagai) melalui rute Medan - Pematang Siantar.
Objek wisata ini ramai dikunjungi pada hari libur. Pengunjung biasanya didominasi oleh pemuda-pemudi dari sekitar Kabupaten Serdang Bedagai. Air sungai di Pemandian Alam Ancol sangat sejuk dan menyegarkan sehingga pengunjung ingin lebih lama berenang dan berendam di sungai. Objek wisata ini berada tidak jauh dari Pemandian alam Batu Nongol. Jika batu Nongol di hilir maka Pemandian Alam Ancol berada di hulu sungai. Pondok-pondok santai dan warung makanan banyak tersedia di lokasi ini.
Pulau Berhala kini mulai dibenahi Pemkab Sergai untuk menarik investor. Potensi wisatanya yang begitu besar sangat mungkin membuat pulau ini menjadi salah satu ikon wisata di Sumatera Utara. Pulau seluas 5 ha ini masuk dalam wilayah Kecamatan Tanjung Beringin dan merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatas dengan Malaysia. Berada di titik koordinat 030
Kawasan pulau Berhala terdiri dari tiga pulau kecil yakni Pulau Berhala, Pulau Sokong Siembang dan Pulau Sokong Nenek. Potensi wisata yang dimiliki pulau ini memang luar biasa. Laut yang bersih dan jernis serta alam tropis yang benar-benar belum tersentuh. Dengan alam yang mempesona itu dan berada di perbatasan, April lalu, Bupati Sergai HT Erry Nuradi memacangkan plank nama pulau tersebut dalam acara peringatan hari Bumi. Pemancangan plank ini menurut Bupati untuk memperjelas bahwa pulau ini adalah wilayah Indonesia dan menghindari sengketa dengan daerah lain. Menurutnya pemerintah pusat telah berjanji akan memprioritaskan pembangunan di pulau-pulau terluar. “Anggarannya diambil dari APBN 2006, “katanya.
Untuk membangun pulau kecil yang memiliki panjang pantai 700 m berpasir putih ini kata Bupati diperlukan investor yang betul-betul serius.
Pulau Berhala sebenarnya merupakan kawasan yang terdiri dari tiga pulau, masing-masing pulau memiliki kekhasan sendiri. Pulau induk yang menjadi lokasi penginapan dan menara suar didirikan memiliki hutan yang lebat. Pohon-pohon besar seperti Rengat, Jeluntung dan Meranti menghiasi pulau seluar 50 ribu meter persegi ini. Dalam hutannya, hidup berbagai jenis hewan seperti Napu (sejenis kancil), Biawak, Penyu, Ular dan berbagai hewan lainnya. Yang unik di pulau ini ada musim-musim tertentu dimana berbagai jenis burung bisa sangat ramai. Penyu selalu naik ke pantai pada saat bertelur. Penyu menggali pasir hingga sedalam 1 meter dan menyimpan telurnya disana. Karena banyaknya penyu, pasir pantai selalu tampak berukir jejak binatang itu.
Pulau kedua adalah pulau Berhala terkecil yang paling dekat dengan pulau induk. Pulau ini terkadang menyatu dan kadang terpisah, tergantung pasang atau surut. Disinilah lokasi snorkling diving yang paling bagus. Kawasan snorkling ini memanjang mengikuti garis pantai ke arah dermaga di pulau induk. Bayangkan, pada kedalaman 9 meter, dasar laut masih bisa tampak dengan jelas. Di balik kebeningan itu, satu taman warna warni menunggu pengunjung.
Pulau ketiga jaraknya sekitar 50 meter dari pulau induk dan harus menyeberang menggunakan boat. Wisata yang tak kalah menarik untuk dilakukan disini adalah perjalanan memasuki gua. Gua itu menembus bukit yang di pulau tersebut. Separuh lubang gua tergenang air sementara bagian atasnya menjadi tempat bersarang burung walet. Perairan pulau ini merupakan yang terdalam dan curam. Seluruh bukit nyaris terdiri dari bebatuan raksasa yang oleh proses alam membentuk pola yang khas berlekuk indah dan enak dipandang. Jika memang punya waktu banyak dapat juga mencoba memancing. Ikan-ikan yang berukuran 3 kg ke atas siap mendebarkan jantung. Disini ikan kerapu bukan ikan yang istimewa lagi. Masih banyak jenis ikan lain yang ukuran dan tenaganya mengharuskan anda bermain tarik-tarikan sebelum berhasil menangkapnya. Karekteristik pula Berhala yang berbatu batu disekelilingnya memberikan kemungkinan bagi pemancing mendapatkan tempat yang strategis sekaligus nyaman untuk berburu ikan.
Kabupaten Serdang Bedagai merupakan salah satu kabupaten baru di Propinsi Sumatera Utara hasil pemekaran Kabupaten Deli Serdang sebagai kabupaten induknya. Kabupaten Serdang Bedagai dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 36 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Samosir dan Kabupaten Serdang Bedagai di Propinsi Sumatera Utara. Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai dengan ibukotanya Sei Rampah secara geografis terletak pada koordinat 030 01‘ 12‘’ LU – 030 40‘ 48‘’ LU dan 980 45‘ 00‘’ BT – 990 18‘ 36‘’ BT. Secara administrasi Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai terletak pada :
Di Kabupaten Serdang Bedagai terdapat Pulau Berhala yang secara administrasi berada di wilayah Kecamatan Tanjung Beringin tepatnya di Desa Bagan Kuala. 

Di Pulau Sokong Siembang terdapat gua alami yang menembus bukit di pulau tersebut. Sebagian lubang dari gua tergenang air sementara bagian atasnya menjadi tempat bersarangnya Burung Walet. Pulau Berhala dapat juga digunakan sebagai lokasi memancing. Ikan-ikan dengan ukuran besar banyak terdapat di perairan sekitar Pulau Berhala. Taman-taman bawah air Pulau Berhala juga banyak menyimpan biota-biota langka dan unik seperti Ketam Kelapa (Bigus Latro), Kima Raksasa Tridacna Gigas) dan Ikan Bulu Ayam (Lion Fish). Di Pulau Berhala terdapat Hutan Primer yang pohon-pohonnya sudah berumur sangat tua. Hutan tersebut merupakan penyangga ketersediaan air tawar di daerah ini. Mata air yang memancar dari akar-akar pohon dan bebatuan sangat bersih dan jernih dengan kualitas yang sangat baik. Banyak Nelayan yang berlayar di sekitar Selat Malaka yang selalu singgah di Pulau ini untuk mengambil persediaan air tawar. Akan tetapi status Hutan yang ada di Pulau Berhala ini belum jelas apakah dikategorikan sebagai Hutan Lindung atau tidak. Namun di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Serdang Bedagai Tahun 2006-2016 disebutkan bahwa kawasan Pulau Berhala adalah Kawasan Pariwisata Bahari yang Berwawasan Lingkungan (Ecomarine Tourism), yang berarti merupakan bagian dari Kawasan Budidaya.
Program dan kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun 2006 adalah berupa pembangunan 1 (satu) unit Pos Jaga untuk Petugas Keamanan Laut (KAMLA) yang sumber dananya adalah APBD Kabupaten Serdang Bedagai TA 2006. Sedangkan pada tahun 2007 mendapat alokasi dana sebesar Rp. 1.912.250.000,- yang bersumber dari dana APBN melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, yang Program dan kegiatannya adalah sebagai berikut :